Trading Secrets 23-02-2024 21:46 12 Views

Learning Psikologi Trading

Seorang trader yang profesional haruslah memiliki kemampuan untuk memanage mental serta emosi mereka demi kepentingan tradingnya. Mereka yang gagal memanage emosi dan mental dipastikan tidak akan dapat bertahan lama didalam TRADING. Dan ini bukan perkara yang mudah. Ada yang cukup melakukan simulasi dalam pikiran mereka lalu mereka mampu menjaga pikiran dan emosi mereka tetap sehat dalam ber trading.

Ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk dapat memanage mental dan emosi mereka.bahkan ada yang tidak dapat melewatinya artinya SAHAM bukanlah investasi yang tepat bagi Anda. Carilah investasi lain yang lebih low risk…!!! Seperti Reksadana pasar uang, obligasi atau deposito…!!!

MASTERING SELF (SENI PENGUASAAN DIRI)
Ketika kita bertransaksi dalam trading saham, ada 2 emosi yang harus ditaklukan, FEAR (ketakutan) dan GREED
(keserakahan). Dalam intensitasnya masing-masing, setiap trader akan mengalami kedua emosi tersebut.

Trader yang cenderung berhati-hati dalam bertransaksi saham akan lebih banyak dikuasai oleh FEAR/ketakutan. Banyak kesempatan yang hilang karena takut kalah, banyak juga keuntungan yang tidak maksimal karena emosi tersebut memaksa keluar dari posisi sebelum waktunya.

Trader yang ingin cepat mendapatkan keuntungan cenderung menjadi SERAKAH, mengambil setiap kesempatan yang muncul, ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, dan menggunakan semua modalnya dalam sekali transaksi.

Pergerakan harga di pasar Saham sendiri dimotivasi oleh kedua emosi tersebut, dan hanya trader yang bisa mengatasi kedua emosi itulah yang mampu bertahan dan berhasil.

Berikut sikap yang harus dimiliki oleh para trader untuk membantu mengatasi 2 emosi tersebut:

1. Tetapkan Tujuan Yang Masuk Akal.
Hampir setiap buku yang mengisahkan pengalaman seorang trader yang berhasil selalu menyampaikan bahwa keberhasilan yang dicapai didorong oleh tujuan yang mereka tetapkan. Tujuan tersebut membantu mereka untuk menjadi fokus dan berhasil.

Seorang Trader ataupun profesi lainnya akan bekerja secara lebih efektif  jika dia memiliki tujuan dalam pikirannya, bahkan mereka akan mencapai taraf efektivitas kerja maksimal saat dia betul-betul memahami tujuan pekerjaannya (dan keuntungan untuk dirinya), karena memang demikianlah cara kerja pikiran anda.

Agar tujuan yang anda buat tidak terlalu membebani anda dan bisa dicapai, maka:
a. Tujuan harus realistis.
b. Tujuan harus dapat dicapai.
c. Tujuan harus dapat diukur.
d. Tujuan harus punya jangka waktu.

2. Learning To Love To Take a Loss.

Ada pepatah yang sering kita dengar dari sesama trader adalah “Belajar untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari permainan.”

Dalam bisnis apapun ada waktunya anda rugi terlebih dahulu, yakni waktu-waktu dimana usaha anda mungkin belum terlalu dikenal, masih harus memberi diskon untuk menarik pelanggan, hal itu sangat wajar dalam dunia bisnis.

Demikian juga dalam dunia pasar modal, ada saat dimana anda akan mengalami kerugian atau kekalahan. Belajar untuk dapat menerima kekalahan atau kerugian dalam trading adalah salah satu sikap yang harus dikembangkan oleh seorang trader yang berhasil.

Seorang Trader Profesional yang telah matang tidak pernah menyalahkan siapapun atau apapun atas kekalahan atau kerugian dari posisi tradingnya, baik itu broker, sistem trading, market, analyst dll..

Mereka sudah harus belajar mandiri dan menerima tanggung jawab, dan hal ini berlaku juga sama seperti jika seorang trader profesional menerima kemenangan atau keuntungan dengan tangan terbuka. Demikian juga saat anda menerima kekalahan dengan sikap penuh tanggung jawab. Belajarlah dari kekalahan tersebut. Cari tahu apa yang membuat anda bisa kalah atau rugi dan belajarlah darinya…

Bahkan seorang trader yang sukses sekalipun masih harus terus menghadapi puluhan bahkan ratusan kali kerugiaan dalam transaksinya, tetapi mereka memandang kerugian sebagai bagian yang harus mereka terima begituupun sama halnya dengan kemenangan.

Seorang trader yang sukses bukanlah seorang trader yang tidak pernah kalah, tetapi trader yang sukses adalah seorang trader yang dapat meminimalkan resiko kekalahannya dan mampu memaksimalkan tingkat kemenangannya dengan strategi yang baik dan benar melewati jam terbang tradingnya yang semakin matang.(Probabilitas kemenangannya lebih besar dibandingkan kekalahannya  = Trader Sukses ).

3. Anda Layak Menerima Kemenangan Yang Besar dan Cepat.
Ada banyak pemikiran dan paradigma yang mungkin kurang tepat menurut saya sebagai anak muda sederhana yang dilahirkan dari kalangan keluarga menegah biasa, yang saya terima dari orang tua/budaya, bahkan lingkungan tempat dimana saya bertumbuh besar. masih banyak diantara kita yang diajarkan bahwa untuk mendapatkan uang haruslah bekerja keras. Semakin keras bekerja, semakin banyak anda mendapatkan uang, pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah tetapi mari kita coba menggunakan cara lain untuk mendapatkan uang dengan cara berinvestasi dan meningkatkan kemampuan isi kepala kita dengan belajar…

Kemungkinan kesadaraan demikian itu terbawa hingga kini dan ketika kita mulai melakukan transaksi trading saham dan Pada mendapatkan keuntungan keuntungan misalkan 10 juta rupiah dalam hitungan jam bahkan menit.

Ada perasaan “tidak layak” untuk mendapatkan uang tersebut dalam waktu secepat itu. Apa yang terjadi kemudian adalah hal yang tidak dapat di duga. Saya mulai membiarkan keuntungan saya berkurang hanya demi mengurangi rasa bersalah yang timbul akibat kemenangan yang cepat tadi. Kemenangan besar yang saya peroleh merupakan salah satu hasil kerja keras uang saya melalui investasi…

4. Aturan Bertransaksi.

Buat peraturan untuk anda sendiri, yakni peraturan yang timbul dari kebiasaan baik yang anda pelajari selama bertransaksi. Kebiasaan-kebiasaan yang anda sering lakukan dan biasanya membawa keuntungan.

Beberapa contoh trading rules/ aturan transaksi yang bisa anda terapkan adalah:

a. Mulailah dengan doa atau sikap spiritual yang membuat anda rileks.
b. Jika target terpenuhi, berhentilah.
c.Banyak menbaca fundamental news untuk menambah wawasan.
d.Baca..baca..baca..banyak buku, upgrade ur knowledge.
e. Disiplin melakukan trading strategy yang anda ciptakan.
f. Olah raga.
g. Tidur cukup.
h. Buat prioritas.. Don’t marry with U trade.

5. Membuat Stop Loss yang bijaksana.

Kemampuan anda untuk mengantisipasi dan mengawasi pergerakan harga sangat terbatas (anda tidak mungkin online 24jam sehari). Menyadari keterbatasan yang anda miliki dan mulai menggunakan Stop Loss adalah sebuah langkah preventif yang sederhana dan sangat bijaksana.

Pasanglah stop loss berdasarkan beberapa ketentuan:

a. Maksimal stop loss adalah sebesar resiko transaksi yang anda tetapkan .
b. Stop Loss mengikuti besarnya channel (gunakan bolingger band)
c. Sesuaikan dengan time frame yang anda gunakan.

6. Being objective.

Menjadi objektif saat mengamati pasar sangatlah penting. Trader yang objektif akan menerima setiap masukan dan menjadikannya bahan pertimbangaan untuk mengambil posisi.

Mark Douglas, penulis buku “The Disciplined Trader”, menuliskan 7 karakterisitik trader yang objektif. Berikut ketujuh karakteristiknya:

a. Tidak merasa ditekan.
b. Anda tidak merasa takut.
c. Anda tidak merasa ditolak.
d. Tidak ada benar dan salah.
e. Anda yakin dengan penilaian yang anda buat dan itulah yang anda kerjakan.
f. Anda dapat menganalisis pasar dengan perspektif seakan-akan dia tidak sedang mengambil suatu posisi.
g. Anda tidak berfokus pada uang , tetapi pada pergerakan harga.

7. Revenge Trading.

Jangan pernah transaksi dengan tujuan ‘balas dendam’. Dalam kondisi tersebut, emosi anda akan bergejolak. Anda marah, marah pada pasar yang bergerak tidak sesuai dengan keinginan anda. marah atas kecerobohan diri sendiri. Ketika kemarahan muncul, Anda mengambil keputusan transaksi untuk mengganti kerugian yang terjadi. Dengan begitu, keputusan tersebut biasanya tidak didasari atas pikiran yang jernih dan benar (sehingga akhirnya anda pun rugi dalam transaksi ini)..dan bola salju kekalahan itu terus bergerak kebawah, semakin besar dan semakin menghabiskan modal anda.

Semoga bermanfaat.

The post Learning Psikologi Trading first appeared on Copy Financial.

Other news